Terima Kasih ya...

>> Selasa, 11 November 2008

“TERIMA KASIH YA...”

Sebelumnya,

Pertama2, saya hendak mengucapkan terimakasi untuk Mas Mus, Dora , Andri.
Komen kalian, menguatkan hatiku.
Menyadarkan aku, bahwa aku punya teman2 yang baek, bijak, care kayak kalian.
Semoga kalian ga bosen punya temen kayak aku.
Trims ya.

Kedua, terimakasi untuk eek yang kemaren udah nelpon. Ek, seneng rasanya mendengar suaramu lagi. Suara yang selalu membuatku bangkit lagi. Suara yang mengingatkan aku bahwa kita sama2 sedang berjuang di perantauan. Makasi ya, Ek…kangen boncengan ma kamu lagi.

Ketiga, terimakasi kepada semua orang sudah terlibat dalam kehidupanku. Baik yang sudah lama kukenal, baru2 ini deket, ato yang cuma kenal selama beberapa menit aja. Terimakasi udah berpartisipasi dalam Program Pelestarian Kehidupan Monyet ITB. Hehehe. Terimakasi udah mau repot2, ngebuang2 waktu untuk ambil bagian dalam kehidupanku. Terima Kasih.

Tadi malem, Aku makan kering tempe. Kering tempe ini gak terasa seperti biasanya, manis dan gurih. Aku bertanya-tanya, kenapa? Kenapa rasa kering tempe ini beda? Kenapa yang terasa hanya rasa asin?

Sore itu, aku menerima paket dari Semarang. Tertulis di bukti tanda pengiriman barang, tulisan cakar ayam khas anak kelas 6 SD yang berbunyi, “Adik Putri, Dini. Jl. Palebon VI/ no:33 Semarang.”
Paket ini berisi kering tempe, jajan2, shampoo, sereal, biscuit, minyak kayu putih, sweater, susu, dan perlengkapan2 lain. Aku seneng campur terharu ngeliatnya. Langsung kubuka nasi bungkus yang tadi kubeli di kantin Tegal. Kusantap kering tempe bikinan eyangku dengan lahap, dengan tangis. Tangis bahagia, tangis rindu, tangis yang bikin umbel ikut mengalir. Jadi rasa asinnya kering tempe dari…?? Anda semua pasti dapat menyimpulkan. Hehehe.

Seneng banget deh.
Ya Allah, terimakasih sudah membalas suratku tempo hari. Terimakasih sudah menyampaikan pada keluargaku bahwa aku merindukan mereka. Walau tidak Engkau balas dengan komen di postinganku, ato e-mail, ato telpon, ato via mimpi tapi ini sudah menjawab semuanya. Terima Kasih, terima kasih, terima kasih, Ya Allah.

Hal ini membuatku tersadar. Seharusnya aku lebih menghargai Keluargaku. Menghargai waktu2 bersama mereka.
Walau begitu, Seberapa jauh kami terpisah pun, kami masih berada di bawah langit yang sama, memandang bulan yang sama, dan yang aku tau pasti adalah kami masih sama2 saling mendoakan, saling merindukan.

Kesepianku kemaren, sebenernya cuma masalah sugesti aja.
Aku pernah menganggap bahwa disini aku tinggal sendiri, tanpa keluarga dan sahabat2. tapi, sekarang aku tau, aku punya keluarga disini, Keluarga FTMD, Keluarga Boulevard (senangnyaaaa…sudah dilantik menjadi Boulers…), punya sahabat, Sahabat2 ALSTE yang udah mau ngelesin, ngajak jalan2, berbagi suka duka menjelang UTS.
Terima kasih keluarga baruku, terima kasih sahabat baruku.

2 komentar:

riRiN! 11 November 2008 00:32  

huakaka..
jadi udah dapet cheerleader nyet?
baiklah..

ayo..semangat!! :D

hamasah 12 November 2008 06:32  

yup..
tikong,, semangat yah..
manusia ketika sendiri,, masih ada Alloh kok.. tenang... hehehehe..
Semangat Tika!!
jangan ragu2 buat minta bantuan yah.... hehehe..
aku kan orang bandung.. naon deuih..
heu